tambang emas batang toru

Indonesia memang kaya akan sumber daya alam. Setiap langkah kaki di berbagai kepulauan Indonesia memiliki potensinya masing-masing karena itu tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sumber daya alam yang dihasilkan sekitarnya. Salah satu sumber daya yang memiliki nilai jual tinggi dan banyak dicari oleh berbagai kalangan masyarakat adalah sumber daya emas.

Banyaknya tambang emas yang bermunculan diberbagai daerah dianggap dapat mengubah status hidup seseorang. Salah satu sumber daya alam tersebut adalah emas. Tambang emas mulai banyak bermunculan sejak emas disadari memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Salah satu tambang emas tersebut adalah tambang emas Batang Toru di Sumatera Selatan. Tetapi kemunculan perusahaan ini justru mendapatkan polemik. Sejak awal didirikan perusahaan tambang emas ini telah menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan hampir 200.000 hektar tanah dan hutan hancur karena penambangan emas ini.

Tambang Emas Batang Toru

Proses Tambang Emas Batang Toru yang menggunakan peledak disinyalir sebagai salah satu alasan terjadinya kerusakan di Barang Toru. Eksplorasi hutan secara ilegal dilakukan kembali pada tahun 2013 tanpa sepengetahuan dinas kehutanan. Hal tersebut pada akhirnya mendapat protes keras dari masyarakat. Eksplorasi penambangan emas Batang Toru ini mendapat protes keras karena tidak ada upaya pelestarian lingkungan setelah perusakan hutan dilakukan.

Tidak hanya kerusakan hutan yang terjadi, pembuangan limbah-limbah yang dibuang di sungai mengakibatkan pencemaran air di sekitar lingkungan. Hal tersebut berimbas pada minimnya air bersih yang ada disekitar tambang emas Batang Toru. Penambangan yang berada di Batang Toru ini berimbas pada ekosistem hewan yang semakin punah. Hewan-hewan hutan mulai terusik keberadaannya oleh tambang emas Batang Toru yang akan menimbulkan semakin sedikitnya populasi habitat mereka.

Theme Settings